htaccess

August 23, 2013 5 comments

File .htaccess adalah file konfigurasi yang disediakan oleh web server Apache, yang biasanya digunakan untuk mengubah pengaturan default dari Apache. Kita ketahui bahwa sebagian besar web hosting di internet menggunakan Apache sebagai servernya sehingga bagi para pengelola web / webmaster sedikit banyak harus belajar tentang .htaccess agar kita bisa mengubah pengaturan default dari server. File .htaccess merupakan file teks ASCII sederhana yang biasanya diletakkan dalam root direktori. File ini diharuskan dalam format ASCII dan bukan binary dan untuk file permission (atribut file) pada server hosting harus di set 644 (rw-r-r). Hal tersebut dimaksudkan agar server dapat mengakses file .htaccess, tapi mencegah user untuk mengakses file .htaccess dari browser mereka. File .htaccess yang diletakkan dalam root direktori dapat digunakan untuk mengubah konfigurasi dari subdirektori-subdirektori yang ada didalamnya, sehingga dalam satu website biasanya kita cukup untuk mempunyai 1 file .htaccess saja yang diletakkan dalam root direktori.

Kode perintah dalam file .htaccess harus ditempatkan dalam satu baris, jadi apabila kita membuat file .htaccess dengan menggunakan text editor seperti notepad maka kita harus mendisable fungsi word wrap (memotong baris) terlebih dahulu.
Read more…

Categories: Teknologi Informasi

Hipotesis Penelitian

May 23, 2013 2 comments

Pengertian
Hipo artinya bawah, tesis artinya pendapat. Jadi hypotesis berarti pendapat yang kebenaranya masih dangkal dan perlu diuji, patokan duga, atau dalil sementara, yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut.
hipotesis adalah kesimpulan teoritis yang masih harus dibuktikan kebenarannya melalui analisis terhadap bukti-bukti empiris. Setelah melalui pembuktian dari hasil penelitian, maka hypotesis ini dapat benar atau salah, dapat diterima atau ditolak.
hypotesis seyogyanya diturunkan dari suatu teori, sehingga rumusan hiphotesis harus dalam bentuk pernyataan ilmiah atau proposisi, yang mengandung hubungan dua variable atau lebih. Sumber Hipotesis bisa dari hasil kajian teoritis atau melali proses menghubung-hubungkan sejumlah bukti empiris dan juga bisa hasil perenungan atau reka-reka rasional.
Ada beberapa alasan mengapa hipotesis itu harus dibuat yaitu
1) Hipotesis yang dirumuskan peneliti dapat dijadikan bukti kuat, bahwa peneliti mempunyai penguasaan yang cukup luas dan mendalam mengenai fokus kajian.
2) Hipotesis merupakan panduan peneliti dalam rangka pengumpulan data dan analisa data, penentuan prosedur kerja dan data yang harus dicari selama proses penelitian.
Read more…

Categories: Pendidikan

Kerangka Konseptual

May 23, 2013 Leave a comment

Pengertian
Kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainya dari masalah yang ingin diteliti. Kerangka konsep ini gunanya untuk menghubungkan atau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu topik yang akan dibahas. Kerangka ini didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai landasan penelitian yang didapatkan pada tinjauan pustaka atau kalau boleh dikatakan oleh penulis merupakan ringkasan dari tinjauan pustaka yang dihubungkan dengan garis sesuai variabel yang diteliti. 
Tinjauan pustaka berisi semua pengetahuan (teori, konsep, prinsip, hukum maupun proposisi) yang nantinya bisa membantu untuk menyusun kerangka konsep dan operasional penelitian. Temuan hasil peneliti yang telah ada sangat membantu dan mempermudah peneliti membuat kerangka konseptual.
Kerangka konseptual diharapkan akan memberikan gambaran dan mengarahkan asumsi mengenai variabel-variabel yang akan diteliti. Kerangka konseptual memberikan petunjuk kepada peneliti di dalam merumuskan masalah penelitian. Peneliti akan menggunakan kerangka konseptual yang telah disusun untuk menentukan pertanyaan-pertanyaan mana yang harus dijawab oleh penelitian dan bagaimana prosedur empiris yang digunakan sebagai alat untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan tersebut. Kerangka konseptual diperoleh dari hasil sintesis dari proses berpikir deduktif (aplikasi teori) dan induktif ( fakta yang ada, empiris), kemudian dengan kemampuan kreatif-inovatif, diakhiri dengan konsep atau ide baru yang disebut kerangka konseptual.

Read more…

Categories: Pendidikan

Quality of Service for Web Services-Demystification, Limitations, and Best Practices

May 20, 2013 Leave a comment

the Authors
Rajesh Sumra is a senior software engineer in HP’s Wireless Solutions Lab. He has worked with the espeak project for more than a year and was involved in developing UDDI Server functionalities for the HP’s UDDI Server. Currently, he is involved with designing and developing a Web Services-based framework for the mobile infrastructure. Rajesh holds a Masters degree in Information Technology from IIIT, Bangalore. He can be reached at rajeshsumra@yahoo.com.
Arulazi D has been designing and building Java-based applications and SDK for more than three years. He was also involved in the API development of UDDI4j project (http://uddi4j.org). He works with Hewlett-Packard (ISO), where he is involved in the development of an open-service framework for mobile infrastructures. He holds a Master of Computer Applications degree from the PSG College of Technology, Coimbatore. He can be reached at aruld@acm.org.

Introduction
Web Services are based on a collection of standards and protocols that allow us to make processing requests to remote systems by speaking a common, non-proprietary language and using common transport protocols such as HTTP and SMTP.
With the proliferation of Web Services as a business solution to enterprise application integration, the quality of service (QoS) offered by Web Services is becoming the utmost priority for service provider and their partners. Due to the dynamic and unpredictable nature of the Web, providing the acceptable QoS is really a challenging task. In addition to this, the different applications that are collaborating for Web Services interaction with different requirements will compete for network resources. The above factors will force service providers to understand and achieve Web Services QoS. Also, a better QoS for a Web Service will bring competitive advantage over others by being a unique selling point for service provider.
The Web Services QoS requirement mainly refers to the quality, both functional as well as non-functional, aspect of a Web Service. This includes performance, reliability, integrity, accessibility, availability, interoperability, and security. In this article, we are trying to cover each of these aspects, with first demystifying that quality aspect, then stating the problems to achieve the same in Web Service, and lastly we propose some of the solutions/best practices to be followed while orchestrating Web Services.

Web Services QoS “Stack”
We are proposing a QoS stack that addresses various issues that are present in different layers of the Web Services stack, which is depicted in Figure 1.
Image
Figure 1: The layers of a Web Services stack

Read more…

Categories: Teknologi Informasi

Performa Web [Bandwidth | Latency]

December 16, 2012 Leave a comment

Berbagai macam alat untuk mengakses performa dari sebuah website. Beberapa nama yang top seperti YSlow yang merupakan plugin dari Yahoo untuk browser mozilla, kemudian google juga mengeluarkan alat berupa website untuk mengukur performance yaitu pagespeed.googlelabs.com, dan beberapa website yang juga menghitung performa website, mereka kebanyakan tidak memberikan penjelasan detil terhadap beberapa hasil dari perhitungan mereka.
Dari segi network sendiri, sebetulnya terdapat 2 (dua) faktor yang menentukan kecepatan dari koneksi internet. Yang pertama adalah Bandwidth, kemudian Latency. Dua hal tersebut merupakan salah satu faktor sangat penting untuk di ingat jika untuk meningkatkan performa website.
Internet dengan bandwidth yang besar tidak selalu menyebabkan website terbuka dengan cepat. Biasanya internet dengan bandwidth yang besar cocok untuk membuka video secara streaming, atau mendownload file yang besar. Jadi semakin besar bandwidth tentu nya akan semakin bagus.
Berbeda dengan Latency, semakin kecil latency akan semakin bagus. Lantecy merupakan seberapa cepat client dapat berkomunikasi dengan server dan kemudian dari server bisa mengembalikan response. Setelah mereka membuat suatu koneksi, maka kecepatan internet selanjutnya akan bergantung pada bandwidth.
Latency & Bandwidth dapat di analogikan seperti Jalan raya. Lebar jalan adalah bandwidth, dan halus nya jalan adalah latency. Semakin besar jalan, maka semakin banyak kendaraan yang dapat melintas (bandwidth), dan semakin halus jalan maka semakin cepat kendaraan mencapai tujuan (lantecy).
Nah bagaimana hubungan nya dengan performa sebuah website?
Seperti yang disebutkan diatas setiap kali client mengirimkan request ke server maka server akan mengembalikan data yang sesuai dengan permintaan user. Semakin banyak request yang diminta oleh client, maka akan semakin lambat website tersebut, lebih lebih jika latency dari user besar. Oleh karena itu performa website akan lebih baik jika Request dikurangi.
Contoh pengimplementasian nya adalah dengan menggabung kan image (css sprite), kemudian menggabungkan JS & CSS menjadi satu file. Bayangkan saja jika sebuah website harus merequest 20 file css, dan 20 file js. dimana setiap request yang dminta memerlukan waktu sepertsekian detik untuk membuka koneksi, dibandingkan dengan hanya 1 file css dan 1 file js yang direquest.
Kemudian timbul pertanyaan, kalau file itu besar, lama dong download nya. Tentu saja. oleh karena itu kita perlu mengurangi size dari file tersebut. Beberapa cara untuk mengurangi besar file static (css, js, image).
Untuk CSS & JS dapat menggunakan script memperingkas syntax dari CSS & JS.
Untuk JS dapat menggukan tool berikut : http://dean.edwards.name/packer/ atau http://jscompress.com/
dan untuk CSS dapat menggunakan : http://www.minifycss.com/css-compressor/ atau http://www.csscompressor.com/
Dengan memahami konsep dari networking sendiri, akan banyak dapat melahirkan pemikiran pemikiran lain untuk memperbaiki performa dari sebuah website.

Pengantar XMLRPC

October 25, 2012 Leave a comment

Pengertian XMLRPC menurut http://www.xmlrpc.com adalah suatu spesifikasi dan set implementasi yang mengijinkan perangkat lunak yang sistem operasi terpisah, berjalan di lingkungan yang berbeda untuk membuat procedure call di internet.

XMLRPC menggunakan HTTP sebagai transport dan XML sebagai encoding. XMLRPC dirancang sesederhana mungkin namun dapat mentransmisikan, memproses dan mengirim balik struktur data yang kompleks.

Dalam spesifikasinya, XMLRPC didefinisikan sebagai suatu protokol pemanggilan prosedur secara remote yang bekerja di lingkungan internet. suatu pesan XMLRPC adalah suatu request HTTP-POST. Body dari request adalah XML. Suatu prosedur mengirimkan pesan ke server dan nilai balikannya juga terformat sebagai XML. Parameter prosedur dapat berupa skalar, angka, string, tanggal dan seterusnya. Dapat pula berupa complex record maupun list structure.

Berikut adalah contoh request XMLRPC :

Read more…

Categories: Teknologi Informasi

Pengantar XML

October 25, 2012 Leave a comment

( Thank to Mr Little Daemon )

XML merupakan kependekan dari eXtensible Markup Language. XML adalah suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen seperti pendahulunya SGML (Stadard Generalized Markup Language) maupun HTML (HyperText Markup Language). Markup Language adalah suatu metode untuk mendeskripsikan tentang kumpulan data. Jadi suatu Markup Language lebih merupakan suatu informasi tentang suatu data dan bukan data itu sendiri.

 Secara singkat perbedaan antara SGML, HTML dan XML bisa dijelaskan seperti berikut ini :
  1. SGML merupakan Markup Language yang dikembangkan oleh IBM dengan tujuan untuk melakukan generalisasi standar dalam pemformatan suatu dokumen penting untuk dunia industri dan pemerintah Amerika Serikat,
  2. HTML adalah penyederhanaan SGML untuk keperluan standar dokumen web yang pada awalnya didesain oleh Tim Berners-Lee di CERN (Laboratorium Eropa untuk Fisika Partikel) yang situsnya bisa diakses disini,
  3. XML adalah hasil usaha penggabungan kemampuan SGML sebagai Markup Language yang fleksibel dengan HTML yang telah diterima sebagai standar pmformatan dokumen dalam jaringan internet oleh konsorsium internet W3C (World Wide Web Consortium). XML meyediakan format untuk mendeskripsikan data ter-struktur dengan kumpulan tag tak terbatas yang dapat kita definisikan sendiri namun dapat diterima di lingkungan web.

Sesuai dengan namanya, kesamaan diantara ketiganya adalah bahwa suatu Markup Language harus memiliki kaidah sebagai berikut :
Read more…

Categories: Teknologi Informasi