Home > Teknologi Informasi > Pengantar XML

Pengantar XML

( Thank to Mr Little Daemon )

XML merupakan kependekan dari eXtensible Markup Language. XML adalah suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen seperti pendahulunya SGML (Stadard Generalized Markup Language) maupun HTML (HyperText Markup Language). Markup Language adalah suatu metode untuk mendeskripsikan tentang kumpulan data. Jadi suatu Markup Language lebih merupakan suatu informasi tentang suatu data dan bukan data itu sendiri.

 Secara singkat perbedaan antara SGML, HTML dan XML bisa dijelaskan seperti berikut ini :
  1. SGML merupakan Markup Language yang dikembangkan oleh IBM dengan tujuan untuk melakukan generalisasi standar dalam pemformatan suatu dokumen penting untuk dunia industri dan pemerintah Amerika Serikat,
  2. HTML adalah penyederhanaan SGML untuk keperluan standar dokumen web yang pada awalnya didesain oleh Tim Berners-Lee di CERN (Laboratorium Eropa untuk Fisika Partikel) yang situsnya bisa diakses disini,
  3. XML adalah hasil usaha penggabungan kemampuan SGML sebagai Markup Language yang fleksibel dengan HTML yang telah diterima sebagai standar pmformatan dokumen dalam jaringan internet oleh konsorsium internet W3C (World Wide Web Consortium). XML meyediakan format untuk mendeskripsikan data ter-struktur dengan kumpulan tag tak terbatas yang dapat kita definisikan sendiri namun dapat diterima di lingkungan web.

Sesuai dengan namanya, kesamaan diantara ketiganya adalah bahwa suatu Markup Language harus memiliki kaidah sebagai berikut :

 Pertama, suatu dokumen yang diformat sebagai Markup Language, paling tidak memiliki tag (pembuka dan penutup) serta isi atau content.
 Contoh :
<judul>Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul>
 dimana :
<judul> adalah markup/tag pembuka,
</judul> adalah markup/tag penutup,

Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi  adalah isi/content.

 Kedua, harus ada standar yang dapat menjelaskan sebuah markup itu adalah valid. yang menjelaskan ke-valid-an sebuah markup adalah suatu bahasa pemrograman yang memiliki mekanisme penerjemahan atas suatu markup.
 Apa itu tag, elemen, atribut dan segala hal yang menyangkut pembuatan dan pemakaian dokumen XML akan dibahas pada Pengantar XML Bagian II. SGML dan HTML tidak dibahas karena cukup banyak literatur yang telah membahasnya disamping agar pembahasan kita tidak terlalu melebar.
Keuntungan yang bisa kita dapatkan jika suatu dokumen diformat dengan XML adalah :
  1. Pemisahan antara data dan presentasi, dokumen XML merupakan data yang mendeskripsikan data itu sendiri. Contoh elemen berikut : <judul>Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul> yang memiliki tag <judul></judul> merupakan presentasi. Sedangkan isi/content : Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi  adalah data,
  2. Mudah dikembangkan, hal ini dapat terjadi karena adanya kebebasan bagi kita untuk menentukan tag-tag yang kita butuhkan,
  3. Fungsi pencarian data yang lebih akurat, kemampuan ini dimungkinkan karena kita bisa melakukan pencarian suatu data dalam suatu dokumen XML berdasarkan tag tertentu yang kita tentukan sendiri,
  4. Mudah dilakukan pertukaran data antar dokumen XML,
  5. Cross-platform, merupakan kemampuan pertukaran data antar dokumen XML seperti pada point 4 di atas namun menggunakan platform yang berbeda. Misalnya database yang berada pada suatu server UNIX dapat direpresentasikan ulang menjadi suatu dokumen XML dengan bahasa pemrograman Python yang kemudian dikirimkan ke aplikasi client yang dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi yang berjalan di atas platform Windows.

Pada bagian ini akan dijelaskan komponen-komponen yang menyusun suatu dokumen yang diformat dengan XML. Cara termudah dan tercepat untuk mempelajari sesuatu yang bersifat teknis adalah belajar dari contoh :

File koleksi_light19.xml

  1. <?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″ standalone=”yes”>
    <daftar>
         <buku>
    <kode>B1</kode>
              <judul>Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul>
              <penulis>Dody Wicahyo Yudy Handaru Sakti</penulis>
    <penerbit alamat=”Yogyakarta”>ANDI Offset</penerbit>
    </buku>
         <cd>
              <kode>V1</kode>
    <judul>Contoh Program Buku : Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul>
    <penulis>Dody Wicahyo Yudy Handaru Sakti</penulis>
    <penerbit alamat=”Yogyakarta”>ANDI Offset</penerbit>
    </cd>
    </daftar>
    <!- Ini daftar koleksi Perpustakaan Light19 – ->

    Kita akan mulai membahas satu per satu komponen-komponen file di atas :

    • <?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″ standalone=”yes”> memberi arti bahwa dokumen ini dibuat dengan aturan XML versi 1.0. Baris ini boleh untuk tidak ditulis namun dianjurkan oleh W3C untuk memudahkan aplikasi seperti web browser dalam memproses pembacaan dokumen ini. Encoding menunjukkan bahwa file XML ini ditulis dengan kode UTF-8. Kode UTF-8 dan UTF-16 adalah kode-kode yang wajib didukung oleh semua aplikasi yang memproses dokumen XML. Untuk kode-kode yang lain tidak dibahas disini. Pernyataan standalone=”yes” mengandung arti bahwa dokumen ini berdiri sendiri tidak tergantung pada file lain. File pendukung biasanya berupa file DTD (Document Type Definition). DTD tidak dibahas disini karena tidak perlu karena hanya berfungsi sebagai pemeriksa ke-valid-an file xml. Jadi suatu dokumen xml tetap bisa berjalan tanpa disertakan DTD asalkan kaidah penulisannya sudah benar. Tentu ini bukan suatu masalah yang rumit karena kebanyakan dokumen XML di-generate oleh program aplikasi (dalam buku ini oleh aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman Delphi). Jadi kemungkinan salah format sangat kecil. Penulisan baris pertama ini tidak boleh terbalik urutannya, misalnya kita ubah menjadi : <?xml version=”1.0″ standalone=”yes” encoding=”UTF-8″>,
    • Elemen adalah bagian dari suatu dikumen XML yang terdiri dari tag pembuka, tag penutup dan semua yang berada diantara keduanya. Jadi :

                 <?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″ standalone=”yes”>
    <daftar>
    <buku>
    <kode>B1</kode>
    <judul>Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul>
    <penulis>Dody Wicahyo Yudy Handaru Sakti</penulis>
    <penerbit alamat=”Yogyakarta”>ANDI Offset</penerbit>
    </buku>
    <cd>
    <kode>V1</kode>
    <judul>Contoh Program Buku : Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul>
    <penulis>Dody Wicahyo Yudy Handaru Sakti</penulis>
    <penerbit alamat=”Yogyakarta”>ANDI Offset</penerbit>
    </cd>
    </daftar>
    <!- Ini daftar koleksi Perpustakaan Light19 – ->

                 adalah elemen,

                 <buku>
    <kode>B1</kode>
    <judul>Pemrograman Cross-Platform XMLRPC dengan Delphi</judul>
    <penulis>Dody Wicahyo Yudy Handaru Sakti</penulis>
    <penerbit alamat=”Yogyakarta”>ANDI Offset</penerbit>
                 </buku>

                 juga merupakan elemen.

                 <kode>B1</kode>

                 merupakan contoh elemen terkecil yang menyusun dokumen XML ini.

  • Sebuah file XML paling tidak harus terdiri dari satu elemen. Nama tag boleh dibuat sesuka kita tidak seperti seperti HTML yang nama tag-nya telah ditentukan misalnya tag <body> yang menunjukkan bahwa ini adalah tag pembuka dari elemen body suatu file HTML. Namun demikian ada beberapa karakter yang tidak boleh digunakan seperti : >, <, &, “, ‘. Bagaimana jika misalnya nama penulis adalah Dody sakti ? W3C telah menyiapkan kemungkinan ini sehingga menyediakan Entity Reference untuk mengkodekan beberapa karakter :
  1.  Karakter  Entity Reference
    < (&)lt;
    > (&)gt;
    & (&)amp;
    (&)quit;
    (&)apos
    • <!- Ini daftar koleksi Perpustakaan Light19 – -> adalah komentar. Komentar adalah bagian program yang tidak dijalankan oleh aplikasi. Kehadiran komentar hanya untuk keperluan dokumentasi,
    •  Kita dapat menambahkan atribut pada sebuah tag dengan tujuan untuk menempatkan informasi ke sebuah elemen. Misalnya : <penerbit alamat=”Yogyakarta”>ANDI Offset</penerbit>. Atribut pada suatu tag bisa lebih dari satu. Nilai pada atribut harus diapit oleh tanda petik, bisa petik dua maupun petik satu.
Categories: Teknologi Informasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: