Home > Pendidikan > Hipotesis Penelitian

Hipotesis Penelitian

Pengertian
Hipo artinya bawah, tesis artinya pendapat. Jadi hypotesis berarti pendapat yang kebenaranya masih dangkal dan perlu diuji, patokan duga, atau dalil sementara, yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut.
hipotesis adalah kesimpulan teoritis yang masih harus dibuktikan kebenarannya melalui analisis terhadap bukti-bukti empiris. Setelah melalui pembuktian dari hasil penelitian, maka hypotesis ini dapat benar atau salah, dapat diterima atau ditolak.
hypotesis seyogyanya diturunkan dari suatu teori, sehingga rumusan hiphotesis harus dalam bentuk pernyataan ilmiah atau proposisi, yang mengandung hubungan dua variable atau lebih. Sumber Hipotesis bisa dari hasil kajian teoritis atau melali proses menghubung-hubungkan sejumlah bukti empiris dan juga bisa hasil perenungan atau reka-reka rasional.
Ada beberapa alasan mengapa hipotesis itu harus dibuat yaitu
1) Hipotesis yang dirumuskan peneliti dapat dijadikan bukti kuat, bahwa peneliti mempunyai penguasaan yang cukup luas dan mendalam mengenai fokus kajian.
2) Hipotesis merupakan panduan peneliti dalam rangka pengumpulan data dan analisa data, penentuan prosedur kerja dan data yang harus dicari selama proses penelitian.
Cara Memperoleh Hipotesis
Hipotesis dapat bersumber dari teori atau hasil perenungan yang mendalam. Dari manapun sumber hipotesis, tidak menjadi masalah, namun yang paling utama bahwa untuk merumuskan Hipotesis harus digunakan cara tertentu, yaitu cara berpikir bisa secara induktif maupun deduktif.

Berpikir induktif merupakan cara berpikir melalui penarikan kesimpulan umum dari sejumlah atau serangkaian gejala spesifik dari peristiwa nyata dan berpikir induktif merupakan cara berpikir melalui penarikan kesimpulan khusus dari sejumlah atau serangkaian gejala umum dari peristiwa nyata.

Ciri hipotesis
Seperti telah diuraikan diatas, bahwa hipotesis adalah suatu kesimpulan sementara atau jawaban sementara dari suatu penelitian. Oleh sebab itu hipotesis harus memiliki landasan teoritis, bukan hanya sekadar suatu dugaan yang tidak mempunyai landasan ilmiah, melainkan lebih dekat kepada suatu kesimpulan.
Ciri-ciri suatu hipotesis adalah sebagai berikut :

a. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement),bukan dalam bentuk kalimat tanya.
b. Hipotesis harus tumbuh dari ilmu pengetahuan yang diteliti. Hal ini berarti bahwa hipotesis hendaknya berkaitan dengan lapangan ilmu pengetahuan yang sedang atau akan diteliti.
c. Hipotesisi harus dapat diuji, hal ini berarti suatu hipotesis harus mengandung atau terdiri dari variable-variabel yang dapat diukur dan dapat dibanding-bandingkan.
d. Hipotesis harus sederhana dan terbatas, artinya hipotesis yang tidak menimbulkan perbedaan-perbedaan, pengertian, serta tidak terlalu luas sifatnya.

Prinsip Uji Hipotesis
Prinsip uji hipotesis adalah melakukan perbandingan antara nilai sampel dengan nilai populasi yang diajukan.
Peluang untuk diterima atau ditolaknya suatu hipotesis tergantung besar kecilnya perbedaan antara nilai sampel dengan nilai hipotesis.
Bila perbedaan cukup besar peluang untuk menolak hipotesis pun besar, dan sebaliknya bila perbedaanya kecil maka peluang untuk menolak hipotesis pun kecil.

Bentuk Hiphotesis
Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis, yaitu :
a. Hipotesis nol (hipotesis statistik)
Pada penelitian, hipotesis nol ini diartikan sebagai tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua fenomena yang diteliti. Diberi notasi atau symbol dengan (H0).
Contoh : Tidak ada hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan studinya
b. Hipotesis alternatif (hipotesis penelitian).
Adalah lawannya hipotesis nol, yang berbunyi adanya perbedaan atau adanya hubungan antara dua fenomena yang diteliti (variable bebas dengan variabel terikat), diberi notasi atau symbol dengan (HI).
Contoh : Ada hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa dalam menyelesaikan studinya.

Jenis Rumusan Hipotesis
Menurut tingkat eksplanasi hipotesis yang akan diuji, maka rumusan hipotesis dapat dikelompokan menjadi tiga macam, yaitu :

1.Hipotesis deskriptif
Yaitu Hipotesis yang menggambarkan spesifik ciri–ciri suatu tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan.
Contoh : Jika rumusan masalah sebagai berikut :
– Seberapa besar peran keluarga dalam mencegah penularan TB paru terhadap anggota keluarga yang lain ?
– Seberapa baik gaya kepemimpinan di lembaga X ?.
– Bagaimanakah intensitas belajar mahasiswa Akper yang tinggal di Asrama ?
Dari pernyataan ini dapat dirumuskan hipotesis seperti berikut :
– Peran keluarga dalam mencegah penularan TB paru terhadap keluarga yang lain sebagian besar baik.
– Gaya kepemimpinan dilembaga X telah mencapai 70 % dari yang diharapkan.
– Intensitas belajar mahasiswa Akper yang tinggal di Asrama di duga rendah.

2.Hipotesis komparatif (Perbedaan )
Yaitu Pernyataan yang menunjukan dugaan nilai dengan membuat perbandingan dalam satu variabel atau lebih pada sampel yang berbeda.
Contoh : Jika rumusan masalah sebagai berikut :
– Adakah perbedaan status gizi anak yang dibina posyandu dengan anak yang tidak dibina oleh posyandu?
– Adakah perbedaan persepsi antara mahasiswa lulusan SMU dengan mahasiswa lulusan SPK terhadap penampilan Dosen keperawatan dikelas ?
– Bagaimanakah perbedaan tingkat prestasi mahasiswa Akper yang tidur di Asrama Dan di luar asrama ?
Dari pernyataan ini dapat dirumuskan hipotesis seperti berikut :
– Tidak terdapat perbedaan status gizi anak yang dibina posyandu dengan anak yang tidak dibina oleh posyandu? Atau bisa begini : Status gizi anak yang dibina posyandu lebih baik dari pada anak yang tidak dibina oleh posyandu?
– Ada perbedaan persepsi antara mahasiswa lulusan SMU dengan mahasiswa lulusan SPK terhadap penampilan Dosen keperawatan dikelas.
– Tingkat prestasi mahasiswa Akper yang tidur di Asrama lebih baik dari mahasiswa yang tidur di luar asrama.

3.Hipotesis Asosiatif (hubungan)
Suatu pernyataan yang menunjukan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
Sebagai contoh : Jika rumusan masalah sebagai berikut :
– Bagaimanakah hubungan antara pengetahuan dengan perawatan payudara semasa nifas ?
– Bagaimanakah hubungan antara intelegensi dengan prestasi belajar ?
– Bagaimanakah hubungan antara dukungan keluarga dengan terjadinya depresi pada usia ?
Dari pernyataan ini dapat dirumuskan hipotesis seperti berikut :
– Ada hubungan antara pengetahuan dengan perawatan payudara semasa nifas.
– Ada hubungan antara intelegensi dengan prestasi belajar.
– Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan terjadinya depresi pada usia.

Categories: Pendidikan
  1. Moh. Ainur Rofiq
    October 8, 2014 at 3:29 am

    Golongan : F
    Nama : Moh. Ainur Rofiq
    NIM : E31141753
    Alamat : ainuropc143.blogspot.com

  2. October 9, 2014 at 4:34 pm

    Golongan : E
    Nama : Pujiani Ma’mun
    NIM : E31141276
    Alamat : htttp://pujianimamun.blogspot.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: